TUGAS MANDIRI PERTEMUAN 11 JARINGAN KOMPUTER
TUGAS MANDIRI PERTEMUAN 11 JARINGAN KOMPUTER
NAMA : DINDA TRI SUKMANINGRUM
NIM : 12191602
KELAS : 12.4A.02
1.) Jelaskan
fungsi – fungsi dari protocol di bawah ini:
a. ICMP
b. POP3
c. SMTP
d. FTP
e. ARP
JAWABAN :
1. ICMP (Internet Control Message
Protocol)
Fungsi
ICMP :
·
Membantu
proses error handling / melaporkan apabila terjadi error pada sebuah jaringan.
·
Membantu
control procedure atau prosedur pengaturan pada sebuah jaringan.
·
Menyediakan
pengendalian error dan pengendalian arus pada network layer atau lapisan jaringan.
·
Mendeteksi
terjadinya error pada jaringan, seperti connection lost, kemacetan jaringan dan
sebagainya.
2. POP3 (Post Office
Protocol versi 3)
Fungsi POP3 :
Protokol yang digunakan untuk mengakses e-mail atau surat elektronik yang masuk ke dalam e-mail client. Fungsi utama dari POP3 adalah untuk menyimpan
sementara e-mail yang terkirim di dalam sebuah e-mail server, dan kemudian meneruskannya ke dalam e-mail client, dimana baru akan terrespon ketika e-mail tersebut sudah dibuka oleh user yang berhak (mereka yang
memegang username dan juga password dari alamat e-mail).
3.
SMTP (Simple Mail Transport Protocol)
Fungsi SMTP :
Protokol
yang digunakan untuk membantu user mengirimkan surat elektronik / e-mail kepada
penerima. Kita sebagai seorang user dapat mengirimkan pesan
elektronik atau e-mail kepada penerima.
4.
FTP (File Transfer
Protocol)
Fungsi FTP :
Melakukan
transfer file antara komputer yang terhubung melalui jaringan, termasuk
internet. Dalam bahasa teknis, FTP dikenal sebagai protokol jaringan yang
memungkinkan transfer file antara komputer yang tersambung pada TCP/IP yang
berbasis jaringan. Hal ini mencangkup serangkaian peraturan dan prosedur untuk
transfer data digital yang aman. FTP juga berfungsi untuk mempermudah dalam
pembagian file - file, mempercepat secara tidak langsung atau implicyt
menggunakan komputer remote, melindungi user dari berbagai file storage system
antar host.
5.
ARP (Address Resolution Protocol)
Fungsi ARP :
Untuk
meningkatkan keamanan. Dalam mikrotik, masukan ARP bisa didapat secara dinamik.
Namun untuk meningkatkan keamanan, kita dapat memasukkan ARP statis secara
manual. Dengan hanya membolehkan sebuah router me-reply hanya untuk masukan ARP
statis pada tabel ARP, maka akan membatasi akses ke router dan jaringan di
belakang router, yang hanya untuk IP Address atau Mac Address dengan kombinasi.
2.)
Berikan penjelasan mengenai kelebihan dan
kekurangan Ipv4 dan Ipv6?
A.
Internet Protokol versi 4
Kelebihan :
- Tidak mensyaratkan ukuran paket
pada link layer dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 576 byte.
- Pengelolaan rute informasi yang
tidak memerlukan seluruh 32 bit tersebut, melainkan cukup hanya bagian
jaringannya saja, sehingga besar informasi rute yang disimpan di router,
menjadi kecil. Setelah address jaringan diperoleh, maka organisasi
tersebut dapat secara bebas memberikan address bagian host pada
masing-masing hostnya.
Kekurangan
:
- Panjang alamat 32 bit
(4bytes).
- Dikonfigurasi secara
manual atau DHCP IPv4.
- Dukungan terhadap IPSec
opsional.
- Fragmentasi dilakukan oleh
pengirim dan pada router, menurunkan kinerja router.
- IPv4 yang hanya memiliki
panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai
4,294,967,296 alamat). IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar,
pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa
limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus
juta saja.
B. Internet Protokol versi 6
Kelebihan
:
- Format header baru. Header
baru IPv6 lebih efisien daripada header pada IPv4 (karena memiliki
overhead yang lebih kecil). Hal ini diperoleh dengan menghilangkan
beberapa bagian yang tidak penting atau opsional.
- Jumlah alamat yang jauh lebih
besar. Dengan spesifikasi bit untuk alamat standar sebanyak 128-bit
memiliki arti IPv6 akan mampu menyediakan 2128 kemungkinan
alamat unik. Walaupun tidak semuanya akan dialokasikan namun sudah cukup
untuk keperluan masa mendatang sehingga teknologi semacam NAT pada IPv4
sudah tidak perlu lagi digunakan.
- Infrastruktur routing dan
addressing yang efisien dan hirarkis. Arsitektur pengalamatan IPv6
yang hirarkis membuat infrastruktur routing menjadi efisien dan hirarkis
juga. Adanya konsep skup juga memudahkan dalam manajemen pengalamatan
untuk berbagai mode teknologi transmisi.
- Kemampuan Plug-and-play melalui
stateless maupun statefull address auto-configuration. Pada teknologi
IPv6, sebuah node yang memerlukan alamat bisa secara otomatis
mendapatkannya (alamat global) dari router IPv6 ataupun cukup dengan
mengkonfigurasi dirinya sendiri dengan alamat IPv6 tertentu (alamat link
local) tanpa perlu adanya DHCP server seperti pada IPv4. Hal ini juga
akan memudahkan konfigurasi. Hal ini penting bagi kesuksesan teknologi
pengalamatan masa depan karena di Internet masa depan nanti akan semakin
banyak node yang akan terkoneksi. Perangkat rumah tangga dan bahkan
manusia pun bisa saja akan memiliki alamat IP. Tentu saja ini mensyaratkan
kesederhanaan dalam konfigurasinya. Mekanisme konfigurasi otomatis pada
IPv6 ini akan memudahkan tiap host untuk mendapatkan alamat, menemukan
tetangga dan router default bahkan menggunakan lebih dari satu router
default untuk redundansi dengan efisien.
- Keamanan yang sudah menjadi
standar built-in.Jika pada IPv4 fitur IPsec hanya bersifat opsional maka
pada IPv6 fitur IPsec ini menjadi spesifikasi standar. Paket IPv6
sudah bisa secara langsung diamankan pada layer network.
- Dukungan yang lebih bagus
untuk QoS. Adanya bagian (field) baru pada header IPv6 untuk mengidentifikasi
trafik (Flow Label) dan Traffic Class untuk prioritas trafik membuat QoS
yang lebih terjamin bisa diperoleh, bahkan ketika payload dari paket
terenkripsi dengan IPSec dan ESP.
- Berbagai protokol baru untuk
keperluan interaksi antar node.Adanya protokol baru misalnya Network
Discovery dengan komunikasi multicast dan unicast yang efisien bisa
menggantikan komunikasi broadcast ARP untuk menemukan neighbor dalam
jaringan.
- Ekstensibilitas.
- Di masa depan IPv6 dapat
dikembangkan lagi fitur-fiturnya dengan menambahkanya pada extension head.
Kekurangan:
- Operasi IPv6 membutuhkan
perubahan perangkat (keras dan/atau lunak) yang baru yang
mendukungnya.
- Harus ada pelatihan
tambahan, serta kewajiban tetap mengoperasikan jaringan IPv4, sebab masih
banyak layanan IPv6 yang berjalan di atas IPv4.
Komentar
Posting Komentar