TUGAS PERTEMUAN 3 JARINGAN KOMPUTER
NAMA : DINDA TRI SUKMANINGRUM
NIM : 12191602
KELAS : 12.4A02
1.
Repeater
Pengertian
Repeater
Secara bahasa, kata Repeater berasal
dari bahasa Inggris “Repeat” yang memiliki arti pengulangan. Secara
terminologi, definisi repeater yaitu pengulang kembali, atau secara lengkapnya
yaitu alat yang berfungsi untuk mengulang atau meneruskan kembali signal ke
area sekitar perangkat ini dengan lebih mudah.
Definisi repeater yaitu suatu alat
atau perangkat yang mempunyai fungsi untuk menyebarkan jangkauan sinyal. Sinyal
Wifi yang belum terjangkau oleh sinyal dari server, yang mana tujuan hal itu
adalah untuk menangkap sinyal Wifi.
Untuk memenuhi hal tersebut, repeater
dibuat menjadi dua alat yakni sebagai penerima sinyal dari server (client) dan
sebagai penyebar lagi sinyal Wifi (Accesspoint). Repeater yang ada pada ruangan
merupakan suatu alat yang terpasang di titik tertentu dalam jaringan demi
tujuan memperbaharui sinyal agar memiliki kembali kekuatan dan bentuknya
seperti semula.
Tujuannya adalah untuk memanjangkan
jarak yang bisa dijangkau. Hal itu diperlukan karena sinyal mengalami perubahan
bentuk dan melemah selama transmisi. Repeater pada ruangan tersusun atas antena
Yagi yang fungsinya untuk menerima sinyal di luar ruangan. Selanjutnya, akan
diteruskan ke booster untuk dikuatkan. Setelah itu, dipancarkan dengan Antena
Omni menjadikan di daerah itu ada sinyal yang lemah menjadi lebih kuat.
Fungsi Repeater
Herlambang dan Aziz (2008) menyatakan, Repeater mempunyai fungsi
sebagai penguat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen kabel
kemudian memancarkan kembali sinyal itu dengan kekuatan yang sama dengan sinyal
asli di segmen kabel lain.
Fungsi Repeater antara lain yaitu:
- Untuk mengcakup daerah yang lemah
sinyal dari server (pemancar)
- Untuk memudahkan akses sinyal
Widi yang dari server.
- Untuk meluaskan jangkauan sinyal
dari server atau pemancar.
Pemakaian repeater antara dua segmen
atau lebih segmen kabel LAN yang harus digunakan protocol physical layer yang
sam antara segmen kabel itu. Diantara contohnya dengan repeater dapat
menghubungkan dua buah segmen kabel Ethernet 10BASE2.
Jenis-Jenis Repeater
Adapun jenis-jenis repeater antara
lain yaitu:
- Telephone
Repeater
Telephone Repeater merupakan jenis repeater yang dipasang di saluran telepon dengan sinyal yang akan terdegradasi karena jarak tempuh yang jauh menjadikan sinyal yang diterima oleh para user telepon bisa lebih jepas. - Optical
Communications Repeater
Optical Communications repeater merupakan jenis repeater yang fungsinya menguatkan jangkauan sinyal pada kabel serat optik (fiber optic cable). Di jenis repeater ini, dalam serat kabel optik ada informasi digital secara fisik berwujud sebagai light pulses (pulsa cahaya) yang terbuat dari foton yang bisa tersebar secara mengacak dalam kabel serat optik. - Radio
Repeater
Radia repeater merupakan jenis repeater yang fungsinya untuk menguatkan sinyal radio. Pada umumnya, jenis repeater ini mempunyai satu antena yang fungsinya dan juga secara receiver dan transmitter.
Repeater jenis ini akan mengubah
frekuensi sinyal yang bisa menerima sebelum dipancarkan kembali. Sinyal itu
dipancarkan melalui sinyal repeater ini akan bisa menembus objek penghalang.
Cara Kerja
Repeater
Fungsi repeater yaitu untuk
menyebarluaskan jangkauan jaringan Wifi. Hal ini dapat dijalankan dengan cara
menerima sinyal data dan kemudian dipancarkan lagi.
Sebelum dipancarkan kembali, sinyal
itu sudah masuk ke repeater yang dikuatkan terlebih dahulu dengan kedua
komponen dasarnya yang bertugas untuk menerima data sinyal dari transmitter dan
yang kedua memancarkan kembali data sinyal itu.
Sesudah menerima data sinyal dari
transmitter, repeater akan menjalankan perubahan frekuensi menjadikan bisa
mengeluarkan manfaat untuk sinyal data yang dipancarkan dapat menjadi lebih
kuat. Untuk itu, sinyal juga akan menjadi lebih kuat dan mempunyai cakupan yang
lebih luas.
Proses seperti itu, repeater mempunyai
dua sistem yanag sering dipakai. Sistem repeater dalam jaringan dinamakan
dengan analog repeater dan digital repeater.
Makna dari analog repeater yaitu
sistem repeater yang mengirimkan sinyal data berupa data analog. Analog
repeater mengkonsumsi daya listrik sesuai dengan amplitudo atau besaran yang
dikirimkan. Sedangkan untuk digital repeater mengirimkan sinyal data berupa
bentuk digital. Data seperti itu dikirimkan berupa binary dengan diwakili oleh
angka 1 dan 0 dan serta ada proses tambahan.
Kelebihan
dan Kekurangan Repeater
Kelebihan dari
repeater antara lain:
- Sebuah
perangkat digital yang memperkuat, membentuk ulang, atau membuat kombinasi
dari salah satu fungsi pada sinyal input digital pada transmisi ulang.
- Repeater
bekerja pada sinyal sinyal fisik yang sebenarnya, sehingga jangan mencoba
untuk menginterpretasikan data yang dikirim
- Bisa
menguatkan sinyal
- Repeater
bekerja di lapisan fisik, dilapisan pertama dan model OSI
- Sebuah
analog perangkat yang menguatkan input sinyal terlepas dari alam (analog
atau digital)
- Kekurangan
Repeater
Sedangkan
kekurangan dari repeater antara lain:
- Tembaga
untuk serat
- Memanjangkan
jarak fisik perangkat jaringan
- Repeater
harus diletakkan pada tempat yang tinggi
- Tidak untuk
secara serius mempengaruhi kinerja jaringan khusus tersambug dengan media
yang berbeda.
2. Bridge
Pengertian Bridge
Bridge adalah suatu alat yang dapat menghubungkan jaringan komputer LAN “Local arean Network” dengan jaringan LAN yang lain. Bridge dapat menghubungkan tipe jaringan komputer berbeda-beda “misalnya seperti Ethernet & Fast Ethernet” ataupun tipe jaringan yang serupa atau sama. Alat ini bekerja pada data Link layer model OSI “Open System Interconnection” karena itu bridge bisa menyambungkan jaringan komputer yang memakai metode transmisi atau medium access control yang tidak sama atau berbeda. Bridge juga ialah alat yang bisa mempelajari alamat link yang ada pada setiap perangkat yang terhubung dengannya dan juga mengatur alur frame berdasarkan alamat tersebut.
Ciri-Ciri Bridge
Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri bridge,
terdiri atas:
- Bridge dapat mengontrol broadcast
pada jaringan yang terkoneksi melalui dirinya.
- Seperti
halnya fungsi switch, Bridge juga dapat mempelajari paket frame yang
diterima dan alamat MAC tujuan untuk melakukan transmisi data/paket.
- Bridge
dapat membantu membuat segmen jaringan luas menjadi lebih kecil agar mudah
di monitor.
- Bridge
juga dapat melakukan routing.
Fungsi Bridge
Adapun fungsi dari
bridge diantaranya sebagai berikut ini:
- Bridge
dapat berfungsi menghubungkan 2 buah jaringan komputer LAN yang sejenis,
sehingga dapat memiliki satu jaringan LAN yang lebih besar dari ketentuan
konfigurasi LAN tanpa bridge.
- Bridge
juga dapat menghubungkan beberapa jaringan komputer yang terpisah, baik
itu tipe jaringan yang sama maupun yang berbeda.
- Bridge
juga dapat berfungsi sebagai router pada jaringan komputer yang luas, hal
seperti ini sering dinamakan dengan istilah “Bridge-Router”. Lalu bridge
juga dapat men-copy frame data yaitu dari suatu jaringan yang lain, dengan
alasan jaringan itu masih terhubung. Dan masih banyak lagi fungsi lainnya
dari bridge.
Jenis-Jenis Bridge
Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis bridge,
terdiri atas:
- Bridge Lokal: sebuah bridge yang
dapat menghubungkan segmen-segmen jaringan lokal. Yaitu bridge yang
mengkoneksikan media kabel yang satu dengan media kabel lainnya, contoh
penggunaannya dapat dilihat pada hub,switch, atau modem.
- Bridge
Remote: dapat digunakan untuk membuat sebuah sambungan (link) antara LAN
untuk membuat sebuah Wide Area Network.
- Bridge
Nirkabel: sebuah bridge yang dapat menggabungkan jaringan LAN berkabel dan
jaringan LAN nirkabel atau beberapa media yang koneksinya media wireless.
Aplikasinya dapat di lihat pada fungsi Acces Point untuk implementasi
Hostpot.
Cara
Kerja Bridge
Bridge memetakan
alamat Ethernet dari setiap titik atau node yang terdapat pada masing-masing
segmen jaringan komputer dan hanya dapat memperbolehkan lalu lintas data yang
memang dibutuhkan melintasi bridge.
Saat menerima sebuah
paket data, bridge akan menentukan segmen tujuan dan juga sumbernya. Kalau
segmennya sama, paket data akan di tolak dan kalau segmennya tidak sama atau
berbeda paket-paket data akan di teruskan ke segmen yang dituju. Dengan begitu
bridge dapat mencegah pesan rusak supaya tidak menyebar keluar dari satu
segmen.
Bridge merupakan alat
yang bekerja pada physical layer dan data link layer, sehingga dapat
mempengaruhi untuk kerja jaringan LAN jika sering terjadi komunikasi yang
berbeda di jaringan LAN yang tidak sama atau berbeda yang terhubung oleh
bridge. Itulah prinsip atau cara kerja dari bridge.
Kelebihan dan Kekurangan Bridge
Berikut ini terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan
bridge, terdiri atas:
Kelebihan Bridge
Terdiri atas:
- Memindahkan data melewati
intermediate network dengan protokol yang tidak sama.
- Dapat
mengurangi collision atau tabrakan pada saat pengiriman paket dalam
jaringan. Memungkinkan koneksi pada jenis network yang berbeda.
- Dapat
mengembangkan kapasitas network dan mengurangi resiko kepadatan traffic.
Kekurangan Bridge
Terdiri atas:
- Bridge tidak dapat memblokir
paket broadcast Menambah delay pada jaringan.
- Bila
alamat yang di terima tidak di kenal oleh bridge, maka dapat di siarkan
berita ke jaringan segmen lain serta perihal ini bisa mengakibatkan
berlangsungnya broadcast strom ( badai siaran ) yang dampaknya bisa bikin
jaringan macet keseluruhan.
- Meskipun
bisa mempunyai domain collision yang tidak sama, namun peralatan bridge
cuma mempunyai satu broadcat domain.
- Tehnik
bridging dapat mengonsumsi banyak bandwidth.
3.Network Interface card (NIC)
Pengertian NIC
NIC merupakan singkatan dari Network Interface Card. NIC ini ialah
suatu peralatan elektronik yang dibuat disebuah papan PCB yangakan melaksanakan
sebuah konversi sinyal sehingga sebuah workstation tersebut dapat mengirim
serta juga menerima data dalam jaringan. Sering disebut juga dengan sebutan
Ethernet card, atau sering juga disebut LAN card. NIC ini merupakan kartu
jaringan yang dipasang pada slot ekspansi pada komputer. Slot yang diperlukan
itu bisa berupa slot PCI atau juga ISA. Selain dari itu terdapat juga beberapa
card yang diperuntukkan khusus bagi laptop atau juga notebook dengan socket
PCMCIA. Sedangkan untuk output portnya itu dapat berupa port BNC, AUI (Thick
Ethernet), dan UTP.
Komentar
Posting Komentar